Header Ads

22 November 2014

PANCASILA SEBAGAI SISTEMETIKA POLITIK DAN IDEOLOGI NEGARA



Disusun oleh :
Kelompok  6  P.A.I  Kelas D


1.Siti Shofiyana / 13410156
2. Rizki Nur Tri Rahayu/ 13410152
3. Teguh Mulyono/13410121


4. Arlieza Nurcahyani/13410146
5. Mardiana Nur Khasanah
6. Krisnanto Muhammad A








UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
FAULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta, 55281
2013


BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan satu kesatuan yang utuh.  Ciri-ciri sistem yaitu :


a. Suatu kesatuan dari bagian-bagian.
b. Setiap bagian memiliki fungsi tersendiri.
c. Saling berhubungan mencapai tujuan bersama.
d. Terjadi dalam lingkungan yang kompleks.


Pengaertian Etika
Etika adalah kelompok filsafat praktis atau sebuah prinsip yang merujuk pada bagaimana kita bersikap sesuai moral dan membedakan nilai yang baik dan buruk.
Pengertia Politik
Politik adalah berbagai macam kegiatan sistem politik ( negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan tertentu serta cara pelaksanaannya. Secara umum hakikatnya politik memiliki konsep-konsep politik yaitu:


a.                   Negara
b.                  Kekuasaan


c.                   Kebijaksanaan
d.                  Pengambilan keputusan
e.                   Alokasi dan pembagian ( disribusi)


1.     PANCASILA SEBAGAI SISTEMETIKA POLITIK
Sistemetika politik adalah suatu kesatuan dalam cara berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral,guna melaksanakan dan mencapai tujuan berbagai kegiatan sistem politik (negara). Negara yang berfaham integralistik dengan ciri kebersamaan dan kekeluargaan dalam menentukan sistem politiknya adalah menyeimbangkan antara partisipasi masyarakat dan inisiatif pemerintah yang serasi dan dinamik. Wujud keseimbangan ini menunjukan taraf stabilitas negara. Sistem politik ini merupakan perwujudan sistem demokrasi yang berlandaskan Pancasila sila keempat yaitu “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Karena politik negara berhubungan dengan kekuasaan yang berpusat pada permerintahannya ,dengan demikian membicarakan politik negara adalah membahas tentang sistem pemerintahan negara Indonesia yaitu sistem Demokrasi Pancasila.
Sistem politik yang mendasarkan pada Demokrasi Pancasila dalam kerangka fundamen politik negara adalah sebagai suatu sistem negara yaitu kedaulatan rakyat dari pokok pikiran ketiga dalam pembukaan UUD 45,yaitu merupakan cara yang ditempuh dengan dasar negara persatuan ,dari pokok pikiran pertama yaitu untuk mewujudkan keadilan sosial sebagai tujuan negara dari pokok pikiran kedua. Jadi dengan bekal persatuan untuk mencapai keadilan sosial dengan sistem kedaulatan rakyat yang berdasar kerakyatan dan permsyawaratan perwakilan. Pancasila terdiri atas bagian-bagian yaitu sila-sila Pancasila ,setiap sila pada hakikatnya merupakan asas tersendiri,fungsi tersendiri dan tujuan tertentu yaitu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Pengertian Ideologi
       Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Tujuan utama  ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik.
Macam-macam ideologi :
a).  IDEOLOGI LIBERALISME
       Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama                                              .
Ciri-ciri ideologi liberalisme :
1. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahannya
Anggota masyarakat memiliki kebebasan berpendapat.
3. Masyarakat melakukan kontrol penuh terhadap pemerintahan.
6. Hak-hak tertantu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan manapun.
Negara yang menganut Ideologi Liberalisme :
Beberapa Negara di Benua Amerika yang menganut ideology liberalism : Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia Green Land dan masih banyak  lagi.

b). IDEOLOGI SOSIALISME
        Sosialisme merupakan  reaksi terhadap revolusi industri dan akibat-akibatnya. Awal sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke-19 dikenal sebagai sosialis utopia. Sosialisme ini lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian). Paham sosialis berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanya dilakukan dengan cara-cara damai dan demokratis. Paham sosialis juga lebih luwes dalam hal perjuangan perbaikan nasib buruh secara bertahap.
Ajaran tentang Ideologi Sosialisme :
1. Cita-cita masyarakat sosialis yang penuh dengan kejernihan dan kejelasan argument, bukan dengan kekerasan dan revolusi.
2. Permasalahan seyogyanya di selesaikan dengan cara demokratis.
Nama-nama penting dalam Ideologi Sosialisme : C.H. Saint Simon (1760-1825), F.M Charles Fourier (1772-1837), EtinneCabet (1788-1856), Wilhelm Weiling (1808-1871), dan Louis Bland (1811-1882).
Negara yang menganut Ideologi Sosialisme :
Negraa yang menganut Ideologi Sosialisme adalah Negara-negara di Eropa Barat.
c). IDEOLOGI KOMUNISME
       Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia, selain kapitalisme dan ideologi lainnya. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereka itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh.
Karl Heinrich Marx (Trier, Jerman, 5 Mei 1818 – London, 14 Maret 1883) adalah seorang filsuf, pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia.
Ciri-ciri negara komunis :
Negara yang menganut Ideologi Komunis :
Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Republik Rakyat Cina (sejak 1949), Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos
d).  IDEOLOGI KONSERVATISME
       Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa Latin, conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan
Ciri-Ciri Ajaran Ideologi Konservatisme :
1. Lebih mementingkan lembaga-lembaga kerajaan dan gereja
2. Agama dipandang sebagai kekuatan utama dalam tata kehidupan masyarakat.
3. Semua lembaga dianggap suci termasuk keluarga, gereja, dan negara.
4. Konservatisme juga menentang radikalisme dan skeptisisme.
Pencetus ideologi konservatisme :
Ideologi konservatisme yang dikumandangkan oleh Edmund Burke, 1729-1797.
Negara yang pernah menganut Ideologi Konservatisme adalah Inggris, Kanada, Bulgaria, Denmark, Hongaria, Belanda, Swedia.
e).  IDEOLOGI FASISME
       Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara. Namun demikian, bukan berarti fasisme tidak memiliki ajaran.Pelopor Ideologi Fasisme adalah Nazisme Hitler dengan bukunya Mein Kampft, dan Mussolini dengan Doktrine of Fascism.
   
2.     PERBANDINGAN ANTARA SISTEMETIKA POLITIK PANCASILA DENGAN IDEOLOGI  LIBERALISME DAN KOMUNISME

a)      Perbandingan Pancasila dengan Ideologi Komunis
Ideologi komunis sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya sehingga komunis juga disebut anti liberalisme. Parahnya, komunis sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata. Ideologi Komunis bersifat absolutisasi dan determinisme, karena memberi perhatian yang sangat besar kepada kolektivitas atau masyarakat, kebebasan individu, hak milik pribadi tidak diberi tempat dalam Negara Komunis. Manusia dianggap sebagai “sekrup” dalam sebuah kolektivitas.

1.      Ideologi komunis berbeda dengan Pancasila yang memuat sila Ketuhanan dan Kerakyatan. Dalam sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”, Indonesia memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk memilih dan memiliki agama serta kepercayaan masing-masing. Demikian halnya dengan sila “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”, Indonesia mengutamakan aspirasi dan mencanangkan demokrasi kepada rakyatnya dalam menyelesaikan problematika negara. Disini, Indonesia mengajak rakyat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan negara. Dalam bidang ekonomi, peran negara ada agar tidak terjadi monopoli. Sedangkan pada ideology komunis, peran negara lebih dominan.

2.      Ideologi Liberal Ajaran liberal bertitik tolak dari paham individualisme (perorangan) yang mendasarkan hak dan kebebasan individu, yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat  di ganggu siapapuun. Paham liberalisme tidak sesuai dengan pancasila yang memandang manusia sebagai makhluk pribadi dan sekaligus makhluk sosial, sehingga dalam kehidupan bermasyarakat wajib menyelaraskan kepentingan pribadinya dengan kewajibannnya terhadap masyarakat. Pancasila adalah paham integralistik atau kekeluargaan sehingga menolak individualisme.

3.       Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memiliki berbagai perbedaan dengan sistem ideologi liberal dan komunis. Pancasila mengakui dan melindungi baik hak individu maupun masyarakat baik dibidang ekonomi maupun dibidang politik. Dengan demikian ideologi kita mengakui secara selaras baik kolektif maupun individualisme. Demokrasi yang dikembangkan bukan semata politik seperti ideologi komunis tapi juga ekonomi dalam sistem liberal dasar perekonomian bukan usaha bersama dan kekeluargaan namun kebebasan individu untuk berusaha sedangkan dalam sistem komunis negara yang mendominasi bukan warga negara.

3.     PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Indonesia sebagai penganut ideologi terbuka,menempatkan Pancasila sebagai landasan utamanya dalam mewujudkan cita-cita bagi seluruh rakyat dan bangsa Indonesia ,serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara. Berdasarkan Tap. MPR No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR , ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perbedaan antara ideologi terbuka dengan ideology tertutup berdasarkan cirinya :
Ciri-ciri ideology terbuka :
a.       Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
b.      Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
c.       Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
d.      Bersifat dinamis dan reformis.
Ciri-ciri ideologi tertutup :
a.       Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
b.      Bukan berupa nilai dan cita-cita.
c.       Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.
d.      Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.

Menurut Kaelan, nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut :
a)      Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila.
b)      Nilai instrumental merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya.
c)      Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam bersifat nyata.
Pancasila sebagai ideologi terbuka secara struktural memiliki tiga dimensi yaitu :
1)      Dimensi Idealitas
Yaitu nilai-nlai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh yaitu hakikat nilai-nilai yang terkandung ialah sila-sila Pancasila yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan.
2)      Dimensi Normatif
Yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dengan suatu sistem norma sebagai mana terkandung dalam norma-norma kenegaraan.
3)      Dimensi Realistis
Yaitu satu ideologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.




DAFTAR PUSTAKA

Abdulgani Roeslan DR. ,Pancasila Perjalanan Sebuah Ideologi , Grasindo ,Jakarta
Bakry Noor Ms.,Orientasi Filsafat Pancasila,
Daman R. D.rs, Pancasila Dasar Filasafat Negara, P.T Raja Grafindo Persada
Ihsan Bakir A .2009 ,Etika dan Logika Berpolitik, PT. Remaja Rosadakarya ,Bandung
Takwin Bagus, Akar-akar ideology , Jala sutra







0 Comments:

Post a Comment