Header Ads

13 November 2014

IPTEK Dalam Perspektif Al Quran

UNTUK PPT KLIK DISINI




Mata Kuliah Al Quran dan Al Hadist
Dosen Pengampu Muh Nursikin M.Si


Disusun oleh


Rizky Andri  P                                  13410140
Ginar Rizki Alami                             13410142
Naela Azizah Daliaty                       13410144
Fachri Sugiharto                              13410155


            PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Al Qur’an telah menambahkan dimensi baru terhadap studi mengena fenomena jagad raya dan membantu pikiran manusia melakukan terobosan terhadap batas penghalang dari alam materi. Al Qur’an menunjukkan bahwa materi bukanlah sesuatu yang kotor dan tanpa nilai, karena padanya terdapat tanda-tanda yang membimbing manusia kepada Allah erta kegaiban an keagunganNya.
Alam semesta yang amat luas adalah ciptaan Allah, dan Al Qur’an menajak manusia untuk menyelidikinya, mengungkap keajaiban dan kegaibannya, serta berusaha memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah ruah untuk kesejahteraan hidupnya. Jadi Al Qur’an membawa manusia kepada Allah melalui ciptaan-Nya dan realitas konkret yang terdapat di bumi dan di langit. Inilah yang sesungguhnya dilakukan oleh ilmu pengetahuan, yaitu: mengadakan observasi lalu menarik hukum-hukum alam berdasarkan observasi dan eksperimen. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat mencapai Yang Maha Pencipta melalui observasi yang teliti dan tepat terhadap hukum-hukum yang mengatur gejala alam, dan Al Qur’an menunjukkan kepada realitas Intelektual Yang Maha Besar, yaitu Allah SWT lewat ciptaan-Nya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian IPTEK?
2.      Bagaimanakah IPTEK dalam perspektif  Al Qur’an?
3.      Bagaimana anjuran pengembangan IPTEK dalam Al Qur’an?

C.     Tujuan
1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan IPTEK
2.      Mengetahui pandangan Al Qur’an terhadap IPTEK
3.      Mengetahui anjuran pengembangan IPTEK berdasarkan Al Qur’an


BAB II
PEMBAHASAN

1.      PENGERTIAN IPTEK
IPTEK adalah akronim dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dimana dari akronim tersebut mempunyai arti tersendiri, baik Ilmu, Pengetahuan, maupun Teknologi.
Pengertian Ilmu menurut beberapa ahli
a.       Mohammad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
b.      Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, ilmu adalah yang empiris, rasional, umum, dan sistematik, dan keempatnya serentak.
c.       Karl Pearson, mengatakan ilmu  adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
d.      Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
e.       Harsojo mmenerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia.
Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat dikatakan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun secara empiris, rasional, umum, dan sistematik sehingga dapat menjelaskan kejadian-kejadian tertentu.
Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah sesuatu yang ketahui atau disadari seseorang yang didapat dari pengalamannya. Pengetahuan tidak bisa dikatakan sebagai sebuah ilmu karena kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncul dikarenakan seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.
Perbedaan antara ilmu dan pengetahuan adalah ilmu diperoleh melalui kegiatan metode ilmiah, sedangkan pengetahuan dapat diperoleh tanpa kegiatan metode ilmiah.
Pengertian Teknologi
Teknologi berasal dari bahasa Yunani, yakni techne yang berarti keahlian dan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara sederhana teknologi adalah ilmu yang tentang keahlian manusia membuat sesuatu.
Pengertian Teknologi menurut para Ahli
a.       Mardikanto, teknologi adalah suatu perilaku produk, informasi dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya perubahan individu atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.
b.      Jaques Ellul, memberi atau teknologi adalah keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia
c.       Iskandar Alisyahbana, teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera.
d.      Prayitno, teknologi adalah seluruh perangkat ide, metode, teknik benda-benda material yang digunakan dalam waktu dan tempat tertentu maupun untuk memenuhi kebutuhan manusia.
e.       Wikipedia, teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa IPTEK adalah segala sesuatu informasi nyang didapat melalui kegiatan metode ilmiah yang bersifat empiris, rasional, umum, dan sistematik, sebagai sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia.[1]

2.      IPTEK DALAM PRESPEKTIF AL QURAN
Kita umat islam meyakini bahwa agama islam adalah agama Allah yang paling sempurna. Al Quran adalah kitab Allah yang berisi petunjuk dan pedoman yang lengkap untuk memimpin seluruh segi kehidupan manusia kearah kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Kita yakin bahwa AlQuran juga mengandung ayat-ayat yang dapat dijadikan pedoman. Meskipun hanya secara garis besar, bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mempertebal keimanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Al Quran memberikan pandangan hidup yang baru kepada kita, sedangkan ilmu pengetahuan digunakan untuk memeperjelas pandangan-pandanngan tersebut. Berikut beberapa ayat yang menjejelaskan tentang hubungan Al Quran dan ilmu pengetahuan:
a.       Fisika
Pada tahun 1929 terjadi peristiwa penting yang menjadi awal pergeseran pandangan dilingkungan para ahli tentang penciptaan alam. Seorang ilmuwan bernama Hubble melakukan sebuah observasi yang menunjukan bahwa alam semesta ini bukan bersifat statis melainkan dinamis. [2]
Hasil obsevasi mendorong para ilmuwan untuk berkesimpulan bahwa,alam yang kita huni ini mengembang. Volume ruang jagad raya ini bertambah besar setiap saat. Para ilmuwan menyebutnya dengan Teori Ekspansi atau Teori Jagad Raya Mengembang. Dalam Al quran telah tercantum sebelumnya dalam surah Azd Dzariat ayat 47 yang berbunyi:
ä!uK¡9$#ur $yg»oYøt^t/ 7&÷ƒr'Î/ $¯RÎ)ur tbqãèÅqßJs9 ÇÍÐÈ

47.  Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan Sesungguhnya Kamilah yang meluaskannya.
Selain itu, dari perhitungan mengenai perbandingan jarak dan kelajuan gerak masing-masing galaksi yang teramati, para fisikawan menarik kesimpulan bahwa semua galaksi di jagad raya ini pada awalnya bersatu padu dengan galaksi kita bimasakti.
Gamow, Alpher, dan Herman mengatakan bahwa pada saat itu terjadi ledakan yang besar yang menyebabkan terlemparnya seluruh materi jagad raya kesemua arah,yang kemudian membentuk bintang-bintang dan galaksi. Hal ini terjadi karena tidak mungkin materi seluruh alam itu berkumpul di suatu ruang alam yang memiliki gravitasi yang cukup kuat. Teory ini dikenal dengan teory Big Bang atau dentuman besar.
Apabila kita ingin membandingkan konsepsi Fisika tentang penciptaan alam itu dalam ajaran    Al Quran, kita dapat melihat dalam surah Al Ambiya ayat 30 yang berbunyi:
óOs9urr& ttƒ tûïÏ%©!$# (#ÿrãxÿx. ¨br& ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur $tFtR%Ÿ2 $Z)ø?u $yJßg»oYø)tFxÿsù ( $oYù=yèy_ur z`ÏB Ïä!$yJø9$# ¨@ä. >äóÓx« @cÓyr ( Ÿxsùr& tbqãZÏB÷sムÇÌÉÈ
30.  Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Keterpaduan ruang dan materi seperti dinyatakan didalm ayat itu,hanya dapat kita pahami jika keduanya berada di satu titik singularitas fisis yang merupakan volume yang berisi sebuah materi. Sedangkan pemisahan mereka yang terjadi dalam sebuah ledakan besar yang melontarkan materi keseluruh penjuru ruang alam yang berkembang dengan sangat cepat, sehingga tercipta universum yang berekspansi.
b.      Astronomi
Astronomi adalah ilmu perbintangan yaitu ilmu yang mempelajari benda-benda langit. Dalam Al quran terdapat ayat-ayat yang menerangkan tentang benda-benda langit. Seperti bulan, matahari dan bintang.[3] Berikut ayat-ayat yang menjelaskan tentang keberadaan bulan,matahari, maupun bintang.

Surah Al An’am ayat 96-97:
ß,Ï9$sù Çy$t6ô¹M}$# Ÿ@yèy_ur Ÿ@øŠ©9$# $YZs3y }§ôJ¤±9$#ur tyJs)ø9$#ur $ZR$t7ó¡ãm 4 y7Ï9ºsŒ ㍃Ïø)s? ̓Íyèø9$# ÉOŠÎ=yèø9$# ÇÒÏÈ uqèdur Ï%©!$# Ÿ@yèy_ ãNä3s9 tPqàfZ9$# (#rßtGöktJÏ9 $pkÍ5 Îû ÏM»yJè=àß ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur 3 ôs% $uZù=¢Ásù ÏM»tƒFy$# 5Qöqs)Ï9 šcqßJn=ôètƒ ÇÒÐÈ
96.  Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
97.  Dan dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya kami Telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (kami) kepada orang-orang yang Mengetahui.

Surah Ibrahim ayat 33:
t¤yur ãNä3s9 }§ôJ¤±9$# tyJs)ø9$#ur Èû÷üt7ͬ!#yŠ ( t¤yur ãNä3s9 Ÿ@ø©9$# u$pk¨]9$#ur ÇÌÌÈ
33.  Dan dia Telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan Telah menundukkan bagimu malam dan siang.
Ayat-ayat diatas adalah beberapa ayat dalam Al Quran yang menjelaskan sedikit studi tentang astronomi. Hal ini membuktikan bahwa sesungguhnya, sebelum para ilmuwan mengetahui segala hal di luar angkasa, pengetahuan ini telah termuat dalam Al Quran.

c.       Biologi
Biologi dale ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup. Dalam Al Quran banyak ayat yang menjelaskan tentang asal usul sebuah kehidupan. Menurut Al Quran, semua kehidupan dimuka bumi berasal dari air.[4] Hal ini sesuai firman Allah dalam surah Al Anbiyya’ayat 30 yang berbunyi :
óOs9urr& ttƒ tûïÏ%©!$# (#ÿrãxÿx. ¨br& ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur $tFtR%Ÿ2 $Z)ø?u $yJßg»oYø)tFxÿsù ( $oYù=yèy_ur z`ÏB Ïä!$yJø9$# ¨@ä. >äóÓx« @cÓyr ( Ÿxsùr& tbqãZÏB÷sムÇÌÉÈ
30.  Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
Ayat ini secara jelas memberikan pandangan islam tentang asal-usul kehidupan manusia dimuka bumi. Tidak ada keraguan sedikitpun juga bahwa kehidupan diatas bumi diciptakan dari air atas perintah Allah. Kemudian secara berangsur-angsur dalam proses waktu berkembang dengan bentuk dan rupa sesuai hokum Allah. Air adalah zat yang esensial bagi semua jenis kehidupan. Hal dapat dijelaskan dalam ayat-ayat Al Quran sebagai berikut:

Surah Al An’am ayat 99:
uqèdur üÏ%©!$# tAtRr& z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB $oYô_t÷zr'sù ¾ÏmÎ/ |N$t7tR Èe@ä. &äóÓx« $oYô_t÷zr'sù çm÷YÏB #ZŽÅØyz ßl̍øƒU çm÷YÏB ${6ym $Y6Å2#uŽtIB z`ÏBur È@÷¨Z9$# `ÏB $ygÏèù=sÛ ×b#uq÷ZÏ% ×puŠÏR#yŠ ;M»¨Yy_ur ô`ÏiB 5>$oYôãr& tbqçG÷ƒ¨9$#ur tb$¨B9$#ur $YgÎ6oKô±ãB uŽöxîur >mÎ7»t±tFãB 3 (#ÿrãÝàR$# 4n<Î) ÿ¾Ín̍yJrO !#sŒÎ) tyJøOr& ÿ¾ÏmÏè÷Ztƒur 4 ¨bÎ) Îû öNä3Ï9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbqãZÏB÷sムÇÒÒÈ
99.  Dan dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Surah An Nahl ayat 65 :
ª!$#ur tAtRr& z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB $uômr'sù ÏmÎ/ uÚöF{$# y÷èt/ !$pkÌEöqtB 4 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºsŒ ZptƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbqãèyJó¡o ÇÏÎÈ
65.  Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).
Melalui ayat-ayat diataslah Allah mengajarkan manusia tentang bagaimana awal kehidupan dimuka bumi.

Di dalam masyarakat orang lebih banyak membicarakan teknologi daripada sains. Dan ternyata didalam Alquran juga banyak mengandung ayat yang berkaitan dengan teknologi. Sebagai contoh dapat kita ambil surah AlAnbiya’ ayat 80 dan 81 yang berbunyi:
çm»oY÷K¯=tæur spyè÷Y|¹ <¨qç7s9 öNà6©9 Nä3oYÅÁósçGÏ9 .`ÏiB öNä3Åù't/ ( ö@ygsù öNçFRr& tbrãÅ3»x© ÇÑÉÈ z`»yJøn=Ý¡Ï9ur twÌh9$# ZpxÿϹ%tæ ̍øgrB ÿ¾Ín̍øBr'Î/ n<Î) ÇÚöF{$# ÓÉL©9$# $uZø.t»t/ $pkŽÏù 4 $¨Zà2ur Èe@ä3Î/ >äóÓx« tûüÏJÎ=»tã ÇÑÊÈ
80.  Dan Telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).
81.  Dan (telah kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami Telah memberkatinya. dan adalah kami Maha mengetahui segala sesuatu.
Didalam ayat pertama menerangkan bahwa Nabi Daud diberitahu Allah tentang pembuatan baju pelindung dari besi yang dapat dipakainya dalam peperangan. Dan dalam ayat yang kedua Nabi Sulaiman diberikan ilmu oleh Allah tentang pemanfaatan tenaga amgin,sehingga ia dapat dengan cepat melawat ke negri-negri sekitar sesuai kehendaknya,seolah-olah ia dapat memerintah angin tersebut.
Ayat-ayatAl Quran seperti diatas, menunjukan betapa pentingnya teknologi bagi manusia yang bertugas sebagai khalifah di muka bumi dalam rangka bersyukur dan beribadah kepada Allah.

3.      ANJURAN PENGEMBANGAN IPTEK DALAM AL QURAN
Sebagai khalifah dimuka bumi, manusia sudah seharusnya mempelajari lingkungan atau alam sekitar, agar mampu mengelolanya. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan terus mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Banyak ayat Al Quran yang menyinggung tentang pengembangan IPTEK, seperti wahyu pertama surah Al Alaq yang berbunyi:

ùù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ  
1.      Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
Ayat ini mengandung arti bahwa umat manusia agar menjadi umat yang unggul dan menguasai  IPTEK sekaligus .Memlihara hubungan dengan Allah.
t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ
2.  Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Ayat kedua dari wahyu pertama merupakan informasi tentang asal kejadian umat manusia.
ù&tø%$# y7š/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ
3.  Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
Ayat ketiga merupakan penegasan kembali akan perintah agar manusia menjadi umat yang ahli dalam IPTEK..
Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ
4.      Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.
Ayat keempat merupakan perintah agar umat manusia gemar menulis apa yang telah dibaca dan dipelajari. Yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah teknologi.

zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ
5.  Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Ayat kelima merupakan ayat terakhir dari wahyu pertama. Menyuruh manusia gemar melakukan penelitian. Dengan melakukan penelitian hal-hal yang tadinya belum diketahui,menjadi diketahui.
Selanjutnya, mengenai perintah untuk melakukan penelitian, dapat dilihat dalam AlQuran surah Yunus ayat 101:[5]
È@è% (#rãÝàR$# #sŒ$tB Îû ÅVºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur 4 $tBur ÓÍ_øóè? àM»tƒFy$# âäY9$#ur `tã 7Qöqs% žw tbqãZÏB÷sムÇÊÉÊÈ
101.  Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman".
Sedangkan yang lebih rinci dapat dilihat dalam surah al Ghosiyah ayat 17-20:
Ÿxsùr& tbrãÝàYtƒ n<Î) È@Î/M}$# y#øŸ2 ôMs)Î=äz ÇÊÐÈ n<Î)ur Ïä!$uK¡¡9$# y#øŸ2 ôMyèÏùâ ÇÊÑÈ n<Î)ur ÉA$t6Ågø:$# y#øx. ôMt6ÅÁçR ÇÊÒÈ n<Î)ur ÇÚöF{$# y#øx. ôMysÏÜß ÇËÉÈ
 “ Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,.Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?”
Dalam ayat-ayat diatas nyata bahwa Allah memberikan bimbingan lebih lanjut tentang pengembangan IPTEK dalam AlQuran.                                                              










BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Segala sesuatu di dunia ini diciptakan Allah bukan untuk disia-siakan. Allah menciptakan kesemuanya itu dan manusia sebagai khalifah di bumi wajib memlihara dan memanfaatkannya sebaik-baiknya. Namun dalam hal pemanfaatan yang menngunakan IPTEK,manusia harus berpedoman dengan Al Quran, agar tidak menimbulkan akibat yang tidak diinginkan.






















DAFTAR PUSTAKA

Baiquni, Achmad. 1995. Al Qur’an Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dana Bakti Wakaf: Jakarta
Rahman, Azlur. 1992. Al  Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan. Rineka Cipta: Jakarta
Soejoeti, Zalbawi dkk. 1998. Al Islam dan IPTEK. Raja Grafindo Persada: Jakarta







[1] Intanayunda8.wordpress.com
[2] Prof Achmad Baiquni Alquran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi hal 12
[3] Afzalur Rahman, Al Quran Sumber Ilmu Pengetahuan hal 58
[4] Afzalur Rahman Al Quran Sunber Ilmu Pengetahuan halaman 58
[5] H.Zalbawi Soejati,Sf,APU dkk. Al Islam dan IPTEK halaman 23

0 Comments:

Post a Comment