Header Ads

28 November 2014

HAND OUT PANCASILA : BAGIAN 8 PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

               PENGERTIAN FILSAFAT.
  1. CARA BERFIKIR FILSAFAT.
→   Secara etimologis ( asal kata ) kata filsafat berasal dari bahasa Yunani Philoshopia ( philos dan shopia ) yang artinya cinta kebijaksanaan ( love of wisdom ). Padanan bahasa arab falsafa. Filsuf adalah seorang pecinta kebijaksanaan. Kata filsuf berbeda dengan sofis ( sophos ).

→   Seorang sofis ( sophos ) mengaku bahwa dirinya adalah orang bijaksana, yang sebenarnya hanyalah menunjukkan kesombongannya.

→   Pythagoras, adalah filsuf yang pertama kali menggunakan kata philosophos ( mencintai kebijaksanaan ).

→   Socrates, seorang filsuf zaman sofis, lebih senang menyebut dirinya philosophos ( pecinta kebijaksanaan ) daripada disebut sofis ( orang bijaksana.

→   Istilah philosophos ( filsuf, filosof ) adalah orang yang cinta kebijaksanaan ( pencinta kebijaksanaan ), pilosophein adalah kata kerja filsafat ( berfilsafat ), philosophia adalah kata benda filsafat ( kebijaksanaan ).

→   Berfilsafat adalah berfikir, berfikir sedalam – dalamnya sampai keakar – akarnya ( merenung ) secara metodis, sistematis, menyeluruh, dan universal.

→   Tujuan filsafat ( berfilsafat ) adalah untuk menemukan hakikat kebenaran atau pengetahuan yang hakiki, yang juga disebut kebijaksanaan atau hikmah.

→   Filsafat adalah penngetahuan, yaitu pengetahuan filsafat/filsafati.
  1. SISTEM FILSAFAT.
→   Suatu ajaran filsafat yang bulat mengajarkan tentang berbagai segi kehidupan yang mendasar.

→   Suatu system filsafat sedikitnya mengajarkan tentang sumber dan hakikat realitas, filsafat hidup, dan tata nilai ( etika ), termasuk teori terjadinya pengetahuan manusia dan logika.

  1. GOLONGAN FILSAFAT.
→   Menurut D. Runes, filsafat dibagi menjadi 3 ( tiga ) golongn besar :
  1. Ontologi atau Metafisika, yaitu filsafat yang membahas tentang ada, keberadaannya.
  2. Epistemologi atau filsafat pengetahuan, yaitu filsafat yang membahas tentang pengetahuan, bagaimana strukturnya, syarat – syaratnya, dan sebagainya.
  3. Aksiologi atau filsafat nilai, yaitu filsafat yang menbahas tentang nilai, filsafat moral atau etika, filsafat tingkah laku, dan juga tentang keindahan ( estetika ).

  1. CABANG FILSAFAT.
→   Cabang – cabang filsafat yang pokok adalah sebagai berikut :
  1. Metafisika, yang membahas tentang hal – hal yang bereksistensi di balik fisis, yang meliputi bidang – bidang : ontology, kosmologi, dan antropologi.
  2. Epistemologi, berkaitan dengan persoalan hakikat pengetahuan.
  3. Metodologi, yang berkaitan dengan persoalan hakikat metode dalam ilmu pengetahuan.
  4. Logika, yang berkaitan dengan persoalan filsafat berfikir, yaitu rumus – rumus dan dalil – dalil berfikir yang benar.
  5. Etika, yang berkaitan dengan moralitas, tingkah laku manusia.
  6. Estetika, yang berkaitan dengan persoalan hakikat keindahan.


  1. ALIRAN FILSAFAT.
→   Aliran – aliran utama filsafat adalah sebagai berikut :
  1. Aliran Materialisme,yang mengajarkan bahwa hakikat realitas kesemestaan, termasuk makhluk hidup dan manusia, ialah materi.
  2. Aliran Idealisme/Spritualisme, yang mengajarkan bahwa ide atau spirit manusia yang menentukan hidup dan pengertian manusia.
  3. Aliran Realisme, yang menggambarkan bahwa ajaran materialis dan idealisme yang bertentangn itu, tidak sesuai debngan kanyataan. Sesungguhnya, realitas kesemestaan, terutama kehidupan bukanlah benda ( materi ) semata – mata. Realitas adalah perpaduan benda ( materi dan jasmaniah ) dengan yang nonmateri ( spiritual, jiwa, dan rohani ).

  1. PENGERTIAN PANCASILA SECARA FILSAFAT.
→   Berbicara tentang pengetahuan, kita dapat membedakan dalam 4 ( empat ) macam pengetahuan yaitu :
  1. Pengetahuan indera, pengetahuan biasa, knowledge,
  2. Pengetahuan ilmiah, pengetahuan ilmu, ilmu pengetahuan, ilmu science.
  3. Pengetahuan filsafat/filsafati, filsafat, falsafah.
  4. Pengetahuan agama, iman, wahyu.

→   Dalam system filsafat, Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat hidup atau pandangan hidup, yang memberi petunjuk/pedoman/pegangan bagaimana sikap, tingkah laku, dan perbuatan bangsa, warga negara, Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, baik sebagai rakyat biasa, warga negara, atau sebagai panyelenggara negara.

→   Pancasila adalah filsafat tingkah laku, filsafat moral atau etika bagi rakyat, warga negara, bangsa, dan Negara Republik Indonesia, sebagai warga negara maupun sebagai penyelenggara yang baik dan sadar atas hak dan kewajiban dalam membangun bangsa dan Negara.

  1. NILAI – NILAI PANCASILA MENJADI DASAR DAN ARAH KESEIMBANGAN ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN ASASI MANUSIA.
→   Pandangan hidup Pancasila mengakui manusia sebagai “mono – dualistic”, yang berarti kedudukan manusia sebagai makhluk individual sekaligus makhluk social, menempatkan hak asasi  manusia  sekaligus sbg wajib asasi. Kehidupan masyarakat Pancasila adalah selaras, serasi, dan seimbang dalam hal jasmani dan rohani.

→   Nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila menjalin     hubungan manusia yang melahirkan keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu :
→           Hubungan Vertikal, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai penjelmaan dari nilai – nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

→           Hubungan Horizontal, yaitu hubungan manusia sesamanya, baik dalam fungsinya sebagai warga masyarakat, warga bangsa, maupun warga Negara.


→           Hubungan Alamiah, yaitu hubungan manusia dengan alam sekitarnya yang meliputi hewan,tunbuh – tumbuhan, dan alam sebagai kekayaannya.

0 Comments:

Post a Comment